Model 6: Reporting, Responding, Relating, Reasoning, Reconstructing (5R)
Pada tangggal 24 - 25 Oktober 2022 saya
mulai dari diri dan eksplorasi konsep pada Modul 3.2 tentang pemimpin dalam
pengelolaan sumber daya. Saya merefleksi bagaimana pengelolaan sumber daya yang
ada disekolah melalui 8 pertanyaan pemantik. Selama mempelajari modul ini saya memahami
maksud dari ekosistem sekolah. Sekolah adalah sebuah bentuk interaksi antara
faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Unsur – unsur
biotik (Guru, murid, kepala sekolah, staff TU, orang tua, Pengawas sekolah,
Dinas Pendidikan, Pemda, masyarakat sekitar, dan dinas terkait) dan abiotik
(Keunagan, Sarpras dan Lingkungan alam). Kemudian, ada 7 aset/modal sumber daya:
manusia, fisik, sosial, politik, agama/budaya, lingkungan alam, dan finansial. Selanjutnya,
saya berdikusi dengan teman dalam kelompok di ruang kolaborasi. Saya berada di
kelompok 1 yang mendikusikan pemanfaat aset/modal di kota Sungailiat kabupaten
Bangka. Aset/modal yang dimiliki daerah sangat banyak sehingga perlu
keterampilan pemimpin dalam mengelola aset tersebut untuk pembelajaran yang
berpihak pada murid. Pada demonstrasi kontekstual saya mengalisis sebuah video
yang ditautkan di LMS. Saya melihat bagaimana seorang guru dapat mengelola aset
di sekolah dengan baik bersama murid melalui tahapan BAGJA. Hasil analisis
tersebut kemudian saya sajikan dalam bentuk video dan di unggah di YouTube. Untuk
memantapkan pemahaman saya mengikuti sesi Elaborasi Pemahaman bersama rekan CGP
Bangka Belitung dengan instruktur yang luar biasa ibu Desi Andriani. Praktik
baik yang beliau sampaikan sesuai dengan karakter sekolah saya. Saya semakin
paham bagaimana pengelolaan sumber daya di sekolah. Praktik baik juga saya
dapatkan dari rekan CGP lain. Selanjutnya, saya mengkoneksikan seluruh
pemahaman saya tentang Modul 3.2 dengan modul sebelumnya yang ternyata semuanya
memiliki kaitan erat yang pada akhirnya semua untuk murid agar dapat belajar
dengan aman, nyaman dan bahagia.
Selama mempelajari modul 3.2 saya sangat antusias dan tertantang dalam mengelola aset/modal sekolah. Kurang maksimalnya saya dalam mengelola dan memanfaatkan aset untuk pembelajaran di kelas maupun diluar kelas mungkin selama ini menjadi faktor kurang nyaman dan bahagianya murid mengikuti kegiatan belajar mengajar. Tentunya ini menjadi tantangan bagi saya agar dapat mengelola aset dengan maksimal.
Setelah mempelajari modul ini, memahami pengelolaan sumber daya yang ada di sekolah dengan menggunakan Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset- Aset Based Community Development/ ABCD), memahami potensi sumber daya yang dimiliki lingkungan sekolah serta mengevaluasi hasil pemetaan sumber daya sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran murid.
Peristiwa kurang nyaman, aman dan bahagia pada murid atau guru terhadap sarpras harusnya dapat diatasi dengan melakukan pendekatan berbasis aset karena sekolah memiliki aset yang cukup untuk dikelola. Jika selama ini saya sering mengeluh dab berfokus pada kekurangan maka saya perlu merubah paradigma saya.
Rencana untuk perbaikan yang ingin saya lakukan di masa mendatang, diantaranya:
- Menganalisis aset/ modal dan kekuatan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien.
- Merancang pemetaan potensi yang dimiliki sekolah saya menggunakan Pendekatan Berbasis Aset.
- Selalu menunjukkan sikap aktif, kritis, terbuka dan kreatif dalam upaya pengelolaan sumber daya.
Sumber daya yang telahdipetakan dapat digunakan oleh sekolah untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Baik modal manusia, sosial, politik, agama dan budaya, fisik, lingkungan/ alam, maupun finansial. Semua asset dimanfaatkan secara optimal agar dapat mendukung secara penuh terciptanya hasil belajar yang lebih baik.
Salam Guru Penggerak
Salam dan Bahagia
.png)
No comments:
Post a Comment