Thursday, 17 November 2022

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF BAGI MURID


 


       Assalamualaikum Warahmatullah Wabarokaatuh.

Momen terakhir menulis koneksi antar materi di Modul 3.3 pengelolaan program yang berdampak positif bagi murid dalam program pendidikan guru penggerak.

Setelah mempelajari Modul 3.3, saya mendapatkan pembelajaran baru bagiamana mengelolaan program yang memberikan dampak positif bagi murid. Program yang dirancang hendaknya mencakup 3 aspek yaitu suara (voice), pilihan (voice) dan kepemilikan (ownership). Program yang berdampak positif merupakan program yang dapat mendorong kebermaknaan proses pembelajaran yang terdapat dalam program yang dikelola sekolah baik program kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler maupun ekstarkurikuler. Program yang berdampak positif perancanganya perlu melibatkan murid sehingga dampaknya dapat dirasakan untuk waktu yang lama atau bahkan seumur hidupnya. Murid akan merasakan manfaat dari hasil pembelajaran yang dilakukan.

Selama mempelajari Modul 3.3 saya merasa bersyukur mendapatkan pemahaman baru. Saya juga antusias mengikuti setiap alur MERDEKA di LMS. Saya merasa bingung juga ketika akan mendemontrasikan program yang berdampak positif di sekolah melalui tahapan BAGJA dengan memaksimalkan aset di sekolah serta suara, pilhan dan kepemilikan. Saya harus kreatif dan berkolaborasi dalam menentukan program tersebut.

Hal yang sudah baik adalah saya akhirnya mampu merancang dan mengelola sebuah program yang berdampak untuk murid. Program itu adalah BTS (Bawa Tempat Sendiri). Sebuah program peduli llingkungan, mengingat kesadaran murid pada lingkungan masih sangat rendah. Program ini saya rancang setelah berdiskusi dengan murid – murid disemua kelas. Saya juga melakukan diskusi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat. Sebelum mempelajari Modul 3.3 saya terlibat aktif hampir pada semua program yang ada di sekolah. Maka setelah ini saya akan semakin aktif dan menerapkan apa yang telah didapatkan selama PPGP ini. Banyak program yang dikelola sekolah namun perlu di berdayakan secara maksimal.

Keaktifan saya mengikuti semua program di sekolah saja ternyata tidak cukup. Saya perlu meningkatkan kolaborasi dan komunikasi dengan komunitas sekolah dalam perancangan sebuah program. Saya masih perlu melakukan pendekatan dengan pihak terkait. Tak mudah memang, namun saya optimis mampu. Bersabar dan coba lagi untuk menumbuhkan daya lenting saya pribadi.

Pendidikan Guru Penggerak ini membawa dampak positif bagi saya. Paradigma saya mulai bergeser dari yang awalnya ketakutan karena program ini prospeknya menjadi kepala satuan pendidikan, sementara motivasi saya mengikuti program ini untuk belajar dan memperbaharui ilmu – ilmu guna perbaikan proses dan hasil pembelajaran. Kini, setelah 6 bulan berlalu, saya beruntung dan bersyukur dapat mengikuti pendidikan ini. Pendidikan ini bukan hanya untuk murid di sekolah tapi jujur saya juga belajar parenting. Kodrat saya menjadi guru semakin ditebalkna melalui pendidikan. Kamatangan diri ini semoga bisa konsisten saya lakukan.

Selama pendidikan ini saya telah mempelajari 10 Modul dan Modul ini merupakan modul terakhir. Insight baru ketika membaca filosofi KHD di modul 1.1 saya tertegun, bagaimana tidak setelah 11 tahun menjadi guru rasanya saya belum maksimal dalam menuntun murid untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaanya. Saya lebih sering menuntut mereka. Pengelolaan yang berdampak positif dapat memberikan ruang bagi murid untuk mendorong student’s agency. Saya semakin menyadari apa nilai dan peran saya sebagai guru dapat diberdayakan dalam kegiatan – kegiatan yang rancang. Nalai dan peran guru ebremanfaat untuk menyusun dan mengelola yang berdampak pada murid. Visi guru jelas dapat menciptakan ekosistem sekolah yang berpihak pada murid. Untuk mencapai prakarsa perubahan dapat menggunakan alur BAGJA. Pengelolaan program yang berdampak positi bagi murid diharapkan dapat mewujudkan budaya pisitif di sekolah Pengelolaan program yang berdampak positif bagi murid tidak terlepas dari apa yang menjadi kebutuhan murid meliputi kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar murid. Keberagaman murid menjadi tantangan dalam pengelolaan program yang dapat memenuhi kebutuhan belajar murid secara invidu. Pengelolaan program perlu menerapkan keterampilan sosial dan emosional agar murid memiliki kesadaran penuh (mindfullness) untuk mencapai kesejahteraan dirinya (well-being) meraka tetap fokus, tenang, berempati, termotivasi dan bertanggung jawab atas pilihannya. Coaching dapat diterapkan guru untuk menggali potensi murid sehingga murid dapat menyelesaikan masalahnya sendiri ketika ada permasalahan pada program yang dipilih. Sebagai pemimpin kita perlu mengambil keputusan dengan bijaksana untuk menentukan program yang berdampak positif. Keptusan yang diambil melalui 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan dan pengujian. Program yang akan dikelola juga perlu memberdayakan 7 aset (manusia, fisik, sosial, finansial, politik, lingkungan/alam, Agama/budaya) yang dimiliki sekolah secara maksimal yang berfokus pada kekuatan.

Sebagai penutup, terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pendidikan ini. Pemahaman baru ini akan dipraktikkan di sekolah tempat saya belajar dari murid – murid hebat. Menjadi pemimpin pembelajaran yang selalu dinantikan kehadirannya.

Sebaik – baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Semoga kehadiran kita membersamai keberhasilan murid – murid sebagai genarasi penerus bangsa dan aset bangsa.

Salam Guru Penggerak

Salam dan Bahagia

Wassalamualaikum Warhamatullah Wabarokatuh

 

 

No comments:

Post a Comment

Logo SMP Muhammadiyah Sungailiat

 Logo Terbaru SMP Muhammadiyah Sungailiat